URL : http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/aliendance.gif

Jumat, 02 November 2012

14 PENGORGANISASIAN



PENGORGANISASIAN
Organisasi mempunyai banyak definisi karena organisasi dapat dipandang dari berbagai perspektif. Tetapi bagaimanapun juga ada kesepakatan secara umum yang mengatakan bahwa organisasi pada dasarnya dikembangkan sebagai instrument dengan pencapaian tujuan tertentu dan cenderung muncul dalam situasi dimana orang-orang menyadari manfaat organisasi sebagai jalan terbaik dalam melaksanakan kerjasama.
Organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu lembaga social yang terdiri atas sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan dan secara sadar dibentuk dan dikoordinasi dalam melaksanakan suatu kegiatan tertentu dengan tujuan untuk mencapai hasil-hasil yang telah ditetapkan.
Karena organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki pikiran dan berkembang, maka organisasi akan mempunyai suatu bentuk dan hubungan yang bersifat dinamis, yang selalu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan eksternal maupun internal.
Menurut Boone dan Katz, organisasi didefinisikan sebagai suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup tiga elemen pokok yaitu : interaksi manusia, kegiatan yang mengarah pada tujuan, dan struktur organisasi itu sendiri.
Ada sembilan macam teori-teori organisasi, yaitu :
1.         Teori Organisasi Klasik, disebut juga teori organisasi tradisional, teori organisasi spesialisasi, atau teori structural.
2.         Teori Organisasi Birokrasi
3.         Teori Human Relations, disebut juga teori hubungan kemanusiaan, teori hubungan antar manusia, teri hubungan kerja kemanusiaan atau the human relations theory.
4.         Teori Organisasi Perilaku, merupakan suatu teori yang memandang organisasi dari segi perilaku anggota organisasi. Teori ini berpendapat bahwa baik atau tidaknya suatu organisasi berasal dari para anggotanya
5.         Teori Organisasi Proses, adalah teori yang memandang organisasi sebagai proses kerjasama antara kelompok orang yang tergabung dalam suatu kelompok formal.
6.         Teori Organisasi Kepemimpinan, teori ini beranggapan bahwa berhasil atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya berasal dari seberapa jauh seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya untuk bekerja dengan semangat yang tinggi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
7.         Teori Organisasi Fungsi, fungsi adalah sekelompok tugas yang  harus dijalankan oleh seseorang yang mempunyai kedudukan sebagai pemimpin atau manager guna mencapai tujuan organisasi.
8.         Teori Pengambilan Keputusan, teori ini berlandaskan pada adanya berbagai keputusan yang dibuat oleh para pejabat disetiap tingkatan, baik keputusan tingkat puncak,  tingkat menengah, maupun tingkat bawah.
9.         Teori Kontingensi (Teori Kepentingan), teori ini berlandaskan pada pemikiran bahwa pengelolaan organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar apabila pemimpin organisasi mampu memperhatiikan dan memecahkan situasi tertentu yang sedang dihadapi dan setiap situasi yang harus dianalisis sendiri.
PEMBAGIAN KERJA
Pembagian kerja adalah merupakan penjadwalan kerja personila karyawan di suatu perusahaan.Fungsi pembagian kerja ini untuk memudahkan dan menghindarkan bentrok kerja.Diwujudkan untuk mengelompokan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing personil atau unit kerja.Dengan jadwal ataupun definisi pembagian pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan seorang atau unit lebih terlihat,dan yang jelas lebih mengurangi tingkat kerumitan.Yang pastinya akan lebih efektif dan efisiensi.Dalam perusahaan taupun organisasi memiliki tingkat manajemennya masing-masing ,dari tingkat manajemen atas(top manager) atau (SPL) Stategic Planing Level,Midle manager atau (MCL) Manajement Control Unit,Tingkat manager paling bawah atau (OCL)Operational Control Level.Penjelasan dari tingkatan ini adalah:
1.Top manager (SPL) Strategic Planing Level
            Adalah Tingkat manager paling atas yaitu tugasnya adalah sebagai pembuatan Rencana/planing.Perumusan strategi dan sasaran.Biasanya tingkat management ini mengambil informasi dari lingkungan luar,maksutnya karna pentingnya informasi ini untuk kepentingan apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat luas,dengan begini si manager ini membuat rencana apa yang harus dikerjakan oleh perusahaannya agar hasil produksinya nanti dapat mendapat minat tinggi dari konsumen luas.Dan juga dalam hal pelaporan keadaan di perusahaan atau organisasi tingkat ini lebih mengambil informasi perusahaan secara ringkas saja.misal omset bulan ini mencapai target atau tidak,dan berapa jumlahnya,tingkat ini hanya menerima laporan akhir saja.karena tugas untuk membuat laporan sudah ada yang mengerjakannya.
2.Midle Manager (MCL) Management Control Level
            Adalah tingkatan manager tengah bertugas pengendalian managemen,Yaitu  membuat rumusan anggaran dan alokasi sumber daya.Melaksanakan tugasnya yang informasinya bersumber dari internal.dan membuat laporannya secara rinci karena dia bertanggng jawab melaporkana hasil dan kondisi perusahaan atau organisasi.
3.Tingkat bawah manager (OCL) Operational Control Manager
            Adalah tingkatan manager paling bawah bertugas pengendalian operasional,yaitu pengendalian aktivitas dan laporan prestasi.Ikatan manajemen yang bertanggung jawab atas pekerja dibawahnya.Tingkat ini mengambil informasi dari internal,karena mengerjakan apa yang akan dilakukan oleh karyawan atau personil sesuai dengan rancangan dari manajement tingkat atas.Membuat laporan hasil kerja atau transaksi diperusahaan dengan rinci,karena tingkat ini bertugas melaporkan semua hal yang ada dalam perusahaan.

Dengan adanya pembagian kerja seperti diatas memudahkan pekerjaan dan terorganisasi.masing-masing divisi mempunyai tugas masing-masing.

Bentuk-Bentuk Organisasi
Menurut pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan sebagai berikut:
§  Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya;
1.     Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
2.    Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3.    Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
1.     Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
2.    Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
3.    Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
§  Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya;
1.     Pembidangan tugas-tugas jelas.
2.    Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
3.    Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
1.     Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
2.    Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
§  Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
1.     Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
2.    Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
3.    Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
1.     Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
2.    Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
§  Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.
Departementasi Fungsional
Departementasi fungsional mengelompokan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan oraganisasi. Menunjukkan departementasi yang digunakkan pada tingkat manejemen dalam membagi empat fungsi utama bisnis-produksi, pemasaran,keuangan dan personalia (kepegawaian).
Pendekatan Fungsional
Pendekatan ini cocok untuk lingkungan yang stabil serta memerlukkan koordinasi internal yang minimun, membutuhkan lebih sedikit keterampilan-ketermpilan dasar pribadi dan meminimunkan duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya.
Kelemahan struktur fungsioanal
v  Struktur fungsional dapat menciptakan konflik antara fungsi-fungsi.
v   menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berutan
v  memberikan tanggapan lebih lambat terhadap perubahan
v  hanya memusatkan pada kepentingan tugas-tugasnya
v  menyebabkan para anggota berpandang lebih sempit serta kurang inovatif.
Kordinasi diantara fungsi-fungsi menjadi kompleks dan lebih sulit sejalan dengan pertumbuhan organisasi. Tanggung atas keseluruhan pelaksanaan kegiatan berhenti hanya sampai punjak.
Departementasi Devisional
Banyak perusahaan besar, dengan banyak jenis produk, diorganisasikan menurut struktur organisasi devisional. Bial departementasi perusahaan menjadi kompleks dan tidak praktis bagi struktur fungsional, manejemen perlu membentuk divisi-divisi semi otonomi, dimana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
Organisasi devisional dapat mengikuti :
v  pembagian divisi-divisi atar dasar produk.
v  Wilayah (geografis)
v  Langganan
v  Proses atau peralatan
Penedekatan fungsional
Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produksi). Devisional produk adalh pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemprosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
Kelemahan struktur devisional
1.     Menyebabkan berkembangnya persaingan “dysfunctional” potensial antara sumber daya-sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas-tugas dan prioritas-prioritas.
2.    Masalah seberapa besar delegasi wewenang yang diberikan kepada manejemen devisi.
3.    Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan.
4.    Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijaksanaan antara divisi-divisi.
5.    Masalah duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu.

Organisasi Pronyek dan Matriks
Bentuk organisasi pronyek dan matriks adalah tipe departementasi campuran (hybid design) . kedua struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe departementasi lainnya. Struktur pronyek dan matriks bermaksud untuk mengkombinasikan kebaikan-kebakan kedua tipe disain fungsional dan devisional dengan menghindarkan kekurangan-kekurangannya. Pendekatan tradisional terhadap organisasi yang telah diabahas sebelumnya tidak memberikan kemudahan dan fleksibilitas untuk menangani kegiatan-kegiaatan yang kompleks dan melibatkan keahlian dari berbagai bidang fungsional organisasi.

DAFTAR PUSTAKA:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar