PENGORGANISASIAN
Organisasi mempunyai banyak definisi karena organisasi dapat
dipandang dari berbagai perspektif. Tetapi bagaimanapun juga ada kesepakatan
secara umum yang mengatakan bahwa organisasi pada dasarnya dikembangkan sebagai
instrument dengan pencapaian tujuan tertentu dan cenderung muncul dalam situasi
dimana orang-orang menyadari manfaat organisasi sebagai jalan terbaik dalam
melaksanakan kerjasama.
Organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu lembaga social yang
terdiri atas sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan
dan secara sadar dibentuk dan dikoordinasi dalam melaksanakan suatu kegiatan
tertentu dengan tujuan untuk mencapai hasil-hasil yang telah ditetapkan.
Karena organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki
pikiran dan berkembang, maka organisasi akan mempunyai suatu bentuk dan
hubungan yang bersifat dinamis, yang selalu menyesuaikan dengan perubahan
lingkungan eksternal maupun internal.
Menurut Boone dan Katz, organisasi didefinisikan sebagai suatu
proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Dari
definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup tiga
elemen pokok yaitu : interaksi manusia, kegiatan yang mengarah pada tujuan, dan
struktur organisasi itu sendiri.
Ada sembilan macam teori-teori organisasi, yaitu :
1. Teori
Organisasi Klasik, disebut juga teori organisasi tradisional, teori organisasi
spesialisasi, atau teori structural.
2. Teori
Organisasi Birokrasi
3. Teori Human
Relations, disebut juga teori hubungan kemanusiaan, teori hubungan antar
manusia, teri hubungan kerja kemanusiaan atau the human relations theory.
4. Teori
Organisasi Perilaku, merupakan suatu teori yang memandang organisasi dari segi
perilaku anggota organisasi. Teori ini berpendapat bahwa baik atau tidaknya
suatu organisasi berasal dari para anggotanya
5. Teori
Organisasi Proses, adalah teori yang memandang organisasi sebagai proses
kerjasama antara kelompok orang yang tergabung dalam suatu kelompok formal.
6. Teori
Organisasi Kepemimpinan, teori ini beranggapan bahwa berhasil atau tidaknya
suatu organisasi mencapai tujuannya berasal dari seberapa jauh seorang pemimpin
mempengaruhi bawahannya untuk bekerja dengan semangat yang tinggi sehingga
tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
7. Teori
Organisasi Fungsi, fungsi adalah sekelompok tugas yang harus dijalankan
oleh seseorang yang mempunyai kedudukan sebagai pemimpin atau manager guna
mencapai tujuan organisasi.
8. Teori
Pengambilan Keputusan, teori ini berlandaskan pada adanya berbagai keputusan
yang dibuat oleh para pejabat disetiap tingkatan, baik keputusan tingkat
puncak, tingkat menengah, maupun tingkat bawah.
9. Teori
Kontingensi (Teori Kepentingan), teori ini berlandaskan pada pemikiran bahwa
pengelolaan organisasi dapat berjalan dengan baik dan lancar apabila pemimpin
organisasi mampu memperhatiikan dan memecahkan situasi tertentu yang sedang
dihadapi dan setiap situasi yang harus dianalisis sendiri.
PEMBAGIAN
KERJA
Pembagian kerja adalah merupakan penjadwalan
kerja personila karyawan di suatu perusahaan.Fungsi pembagian kerja ini untuk
memudahkan dan menghindarkan bentrok kerja.Diwujudkan untuk mengelompokan tugas
sesuai dengan tanggung jawab masing-masing personil atau unit kerja.Dengan
jadwal ataupun definisi pembagian pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan
seorang atau unit lebih terlihat,dan yang jelas lebih mengurangi tingkat
kerumitan.Yang pastinya akan lebih efektif dan efisiensi.Dalam perusahaan
taupun organisasi memiliki tingkat manajemennya masing-masing ,dari tingkat
manajemen atas(top manager) atau (SPL) Stategic Planing Level,Midle manager
atau (MCL) Manajement Control Unit,Tingkat manager paling bawah atau
(OCL)Operational Control Level.Penjelasan dari tingkatan ini adalah:
1.Top manager (SPL) Strategic Planing Level
Adalah Tingkat manager paling atas yaitu tugasnya adalah sebagai pembuatan
Rencana/planing.Perumusan strategi dan sasaran.Biasanya tingkat management ini
mengambil informasi dari lingkungan luar,maksutnya karna pentingnya informasi
ini untuk kepentingan apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat luas,dengan
begini si manager ini membuat rencana apa yang harus dikerjakan oleh
perusahaannya agar hasil produksinya nanti dapat mendapat minat tinggi dari
konsumen luas.Dan juga dalam hal pelaporan keadaan di perusahaan atau
organisasi tingkat ini lebih mengambil informasi perusahaan secara ringkas
saja.misal omset bulan ini mencapai target atau tidak,dan berapa jumlahnya,tingkat
ini hanya menerima laporan akhir saja.karena tugas untuk membuat laporan sudah
ada yang mengerjakannya.
2.Midle Manager (MCL) Management Control
Level
Adalah tingkatan manager tengah bertugas pengendalian managemen,Yaitu
membuat rumusan anggaran dan alokasi sumber daya.Melaksanakan tugasnya yang
informasinya bersumber dari internal.dan membuat laporannya secara rinci karena
dia bertanggng jawab melaporkana hasil dan kondisi perusahaan atau organisasi.
3.Tingkat bawah manager (OCL) Operational
Control Manager
Adalah tingkatan manager paling bawah bertugas pengendalian operasional,yaitu
pengendalian aktivitas dan laporan prestasi.Ikatan manajemen yang bertanggung
jawab atas pekerja dibawahnya.Tingkat ini mengambil informasi dari
internal,karena mengerjakan apa yang akan dilakukan oleh karyawan atau personil
sesuai dengan rancangan dari manajement tingkat atas.Membuat laporan hasil
kerja atau transaksi diperusahaan dengan rinci,karena tingkat ini bertugas
melaporkan semua hal yang ada dalam perusahaan.
Dengan adanya pembagian kerja seperti diatas
memudahkan pekerjaan dan terorganisasi.masing-masing divisi mempunyai tugas
masing-masing.
Bentuk-Bentuk Organisasi
Menurut pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang
dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan sebagai berikut:
§
Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling
tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa
juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur
organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling
kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya;
1.
Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan
berada pada satu tangan.
2.
Proses pengambilan keputusan berjalan dengan
cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3.
Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya
tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
1.
Seluruh organisasi tergantung pada satu
pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi
tersebut akan mandek atau hancur.
2.
Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara
otokratis.
3.
Kesempatan karyawan untuk berkembang
terbatas.
§
Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau
segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan
berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW
Taylor.
Kebaikannya;
1.
Pembidangan tugas-tugas jelas.
2.
Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan
digunakan semaksimal mungkin.
3.
Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai
bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
1.
Karena adanya spesialisasi kerja maka akan
sulit untuk mengadakan tour of duty.
2.
Karyawan lebih mementingkan bidangnya
sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
§
Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah
kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah
karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
1.
Dapat digunakan pada setiap organisasi yang
besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan
organisasinya.
2.
Pengambilan keputusan lebih mudah karena
adanya dukungan dari staf ahli.
3.
Perwujudan “the right man in the right
place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
1.
Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling
mengenal, solidaritas sulit terbangun
2.
Karena susunan organisasinya yang
koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi
atau departemen.
§
Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk
ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi
garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini
adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.
Departementasi Fungsional
Departementasi fungsional mengelompokan fungsi-fungsi yang sama
atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan oraganisasi.
Menunjukkan departementasi yang digunakkan pada tingkat manejemen dalam membagi
empat fungsi utama bisnis-produksi, pemasaran,keuangan dan personalia
(kepegawaian).
Pendekatan Fungsional
Pendekatan ini cocok untuk lingkungan yang stabil serta
memerlukkan koordinasi internal yang minimun, membutuhkan lebih sedikit
keterampilan-ketermpilan dasar pribadi dan meminimunkan duplikasi personalia
dan peralatan dari segi biaya.
Kelemahan struktur fungsioanal
v Struktur fungsional dapat menciptakan konflik antara
fungsi-fungsi.
v menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas
yang berutan
v memberikan tanggapan lebih lambat terhadap perubahan
v hanya memusatkan pada kepentingan tugas-tugasnya
v menyebabkan para anggota berpandang lebih sempit serta
kurang inovatif.
Kordinasi diantara fungsi-fungsi menjadi kompleks dan lebih
sulit sejalan dengan pertumbuhan organisasi. Tanggung atas keseluruhan
pelaksanaan kegiatan berhenti hanya sampai punjak.
Departementasi Devisional
Banyak perusahaan besar, dengan banyak jenis produk,
diorganisasikan menurut struktur organisasi devisional. Bial departementasi
perusahaan menjadi kompleks dan tidak praktis bagi struktur fungsional,
manejemen perlu membentuk divisi-divisi semi otonomi, dimana setiap divisi
merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
Organisasi devisional dapat mengikuti :
v pembagian divisi-divisi atar dasar produk.
v Wilayah (geografis)
v Langganan
v Proses atau peralatan
Penedekatan fungsional
Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau
sekumpulan produk yang berhubungan (garis produksi). Devisional produk adalh
pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi
pemprosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang
lain dalam organisasi.
Kelemahan struktur devisional
1. Menyebabkan berkembangnya
persaingan “dysfunctional” potensial antara sumber daya-sumber daya perusahaan
dan konflik antara tugas-tugas dan prioritas-prioritas.
2. Masalah seberapa besar
delegasi wewenang yang diberikan kepada manejemen devisi.
3. Masalah kebijaksanaan
dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan.
4. Dapat menimbulkan tidak
konsistennya kebijaksanaan antara divisi-divisi.
5. Masalah duplikasi sumber
daya dan peralatan yang tidak perlu.
Organisasi
Pronyek dan Matriks
Bentuk
organisasi pronyek dan matriks adalah tipe departementasi campuran (hybid
design) . kedua struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe
departementasi lainnya. Struktur pronyek dan matriks bermaksud untuk
mengkombinasikan kebaikan-kebakan kedua tipe disain fungsional dan devisional
dengan menghindarkan kekurangan-kekurangannya. Pendekatan tradisional terhadap
organisasi yang telah diabahas sebelumnya tidak memberikan kemudahan dan
fleksibilitas untuk menangani kegiatan-kegiaatan yang kompleks dan melibatkan
keahlian dari berbagai bidang fungsional organisasi.
DAFTAR PUSTAKA:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar